breaking news Baru

PIS Danai Rumah Sakit Apung Di Papua Rp 2,7 M

Nasional, Buana Informasi TV - Layanan kesehatan gratis dibuka di Distrik Seget, Sorong, Papua Barat Daya. Layanan ini diberikan oleh Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) yang bekerja sama dengan Pertamina International Shipping lewat operasional Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II.


Corporate Secretary PIS Muhammad Aryomekka Firdaus menjelaskan pihaknya memberikan bantuan dana sebesar Rp 2,7 miliar untuk mendukung operasional rumah sakit apung di Seget.

"Bentuk kerja sama kita dengan doctorSHARE kita menjadi sponsor tunggal untuk operasi RS Nusa Waluya di titik Seget Sorong, bentuk bantuannya dana sejumlah Rp 2,7 miliar di dalamnya termasuk untuk biaya operasional kapal, mobilisasi nakes dan dokter, kemudian obat-obatan dan biaya operasional rumah sakit selama 45 hari," ungkap Aryo ditemui di rumah sakit apung, Distrik Seget, Papua Barat Daya, Kamis (7/12/2023).

Layanan kesehatan gratis yang dibuka RSA Nusa Waluya II selama 45 hari. Layanan pertama sudah dimulai per hari Kamis 7 Desember 2023 hingga tanggal 21 Januari 2024.

Layanan yang dibuka di rumah sakit apung ini berupa dokter umum, pemeriksaan dan USG ibu hamil, persalinan selama 24 jam, unit gawat darurat 24 jam, rawat inap, hingga tindakan bedah.

Ada juga beberapa layanan dokter spesialis yang disiapkan mulai dari dokter bedah, dokter anak, dokter jantung, dokter penyakit dalam, dokter saraf, hingga dokter kandungan.

Operasional beberapa poli dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00-15.00 WITA. Masyarakat hanya perlu membawa fotocopy kartu identitas, bisa Kartu Keluarga, KTP, ataupun Kartu BPJS.

Managing Director Yayasan Dokter Peduli Tutuk Utomo Nuradhy menjelaskan pihaknya memilih Distrik Seget sebagai tempat bersandar karena wilayah tersebut cukup terisolasi secara geografis. Layanan kesehatan mumpuni paling dekat hanya ada di Sorong yang membutuhkan waktu tempuh selama 3 jam.

Menurutnya, layanan rumah sakit apung doctorSHARE juga diberikan hanya kepada suatu komunitas atau wilayah yang sangat membutuhkan. Maka dari itu dia menjamin semua biaya perawatan gratis, masyarakat tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.

"Layanan kami sama sekali tak dipungut biaya, sejak berdiri sampai saat ini kami komitmen dan kami selalu berusaha memastikan bahwa masyarakat di tempat kami melayani adalah masyarakat yang paling membutuhkan. Secara ekonomi dan geografis mereka ada tantangan, maka kami hadir berikan solusi kesehatan tanpa dipungut biaya," beber Tutuk di tempat yang sama. (**/red)