MenPan-RB Bentuk Skema Baru CPNS Dan PPPK 2023-2030

Nasional, Buana Informasi TV  - Kementerian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) membentuk skema baru untuk pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan PPPK periode 2023-2030. Dalam 7 tahun ke depan, rekrutmen akan difokuskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan.


Hal ini disampaikan oleh Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya di acara Apresiasi dan Penyerahan Hasil Evaluasi AKIP, RB, dan ZI. Anas menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemetaan dan didapatkan hasil kalau tenaga pendidikan dan kesehatan masuk ke dalam skema positive growth atau pertumbuhan positif.

"Berkaitan dengan kebijakan pemenuhan ASN, KemenPAN-RB telah memetakan proyeksi kebutuhan di sektor pendidikan dan kesehatan dengan pertumbuhan positif atau positive growth," kata Anas, Rabu (6/12/2023).

Skema positive growth ini berarti masih diperbolehkan menambah pegawai karena kebutuhannya yang tinggi. Penetapan skema untuk tenaga kesehatan dan pendidikan ini dinilai dari proyeksi kebutuhan dari instansi pembinanya, yaitu Kemendikbudristek dan Kementerian Kesehatan.

Adapun yang masuk ke dalam sektor tenaga pendidikan ini ialah tenaga guru di Pemda, tenaga guru di instansi pusat, hingga tenaga dosen. Sementara untuk sektor kesehatan mencakup tenaga kesehatan (nakes) di Pemda dan instansi pusat.

Kemudian untuk tenaga teknis fungsional, masuk ke dalam skema zero growth. Artinya, antara jumlah tenaga yang pensiun dan rekrutmen baru diupayakan seimbang. Sedangkan tenaga teknis pelaksana masuk ke skema negative growth sehingga sangat tidak dipertimbangkan untuk merekrut baru.

Keduanya dinilai lewat proyeksi Batas Usia Pensiun (BUP) selama 10 tahun dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karena kondisi ini, Anas berharap ke depan para pimpinan daerah tidak mengajukan pembukaan formasi untuk tenaga teknis fungsional.

"Harapan kami, Pak Gubernur, Pak Bupati, jika ada formasi untuk diusulkan, jangan mengusulkan formasi teknis. Karena itu kemungkinan besar sangat tidak bisa kita penuhi," ujarnya.

Di samping itu, Kementerian PAN-RB tahun 2024 mendatang juga akan mulai membuka rekrutmen talenta digital dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), termasuk CPNS dan PPPK. Hal ini termasuk ke dalam arah kebijakan baru dalam skema rekrutmen 2023-2030.

"ASN talenta digital didesain berdampak mengakselerasi ekonomi lokal dan nasional. Oleh karena itu, tahun depan akan dibuka rekrutmen untuk talenta-talenta digital," kata Anas.

Anas menilai, selama ini posisi talenta digital di Tanah Air kerap dimaknai hanya bergerak di sektor hilir seperti perdagangan (e-commerce) dan keuangan seperti pinjaman online. Sedangkan dari sektor hulu sendiri dirasa belum optimal. Oleh karena itu, rekrutmen ASN talenta digital diharapkan bisa jadi motor penggeraknya.

"Selama ini talenta digital yang kita kenal hanya marketing atau digital untuk pinjol sehingga kita lebih banyak digital di hilirnya. Padahal kita harap ke depan, digital di hulunya seperti mendigitalkan pertanian, digitalkan sektor koperasi, sehingga akan berdampak luas pada ekonomi kita," pungkasnya. (**/red)