breaking news Baru

Tindaklanjut Dampak Buruk Limbah Karet di Way Kanan

Way Kanan, Buanainformasi.tv -Masih dalam menindaklanjuti laporan warga yang belum menemui titik terang akibat dari bau busuk yang timbul dari limbah karet milik pak Meri,maka pihak pemerintah kelurahan memanggil warga dan pemilik lapak di balai kelurahan Campur Asri Kabupaten Way Kanan, Kamis 25 November 2021.


Turut hadir,Legino.SH Kasi PMK Campur Asri,  Aipda alfian Mariando Banbisa, RK, RT Setempat, Bripka Ariyan perwakilan dari Polsek Baradatu, Warga,dan pemilik lapak karet.

Legino,S.H., Selaku kasi PMK kelurahan Campur Asri mewakili Lurah Campur Asri memberikan arahan dan masukan terkait permasalahan yang ada dan mencari solusi agar tidak merugikan sebelah pihak.

Legino dan aparatur yang ada memberi kesempatan kedua belah pihak untuk menyampaikan keluhan warga dan  pemilik lapak karet tersebut.

Saat berjalanya musyawarah sempat bersitegang karena  ego masing-masing atara keinginan warga dan keinginan pemilik lapak karet yang tidak memiliki izin lingkungan maupun izin usaha.

Salah satu perwakilan warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan.

"Kami beri waktu 3 bulan untuk berbenah (jika bisa memastikan tidak akan menimbulkan bau busuk lagi) atau pindah lokasi usaha yang jauh dari lingkungan". Ujar perwakilan warga

"saya minta waktu 7 bulan untuk berbenah meminimalisir bau busuk akibat limbah karet".Ujar Meri pemilik lapak karet

Lanjut,Legino kita ambil tengah nya saja selama 5 bulan terhitung dari hari ini 25/11/2021-25/04/2022, warga memberi kesempatan untuk tetap beroperasi seperti biasa dan sambil berbenah untuk menghilangkan bau,atau jika masih bau  dari waktu yang sudah ditetapkan maka pemilik lapak harus siap pindah lokasi usaha.

"Sekarang kita buat surat perjanjian hitam diatas putih,jika masih dilanggar langsung kita laporkan ke pihak yang berwajib". Tutupnya (dwn/red)