breaking news Baru

Bun Yana Kesumayudha : Kita Harus Melestarikan Budaya Lampung.

Pringsewu, Buanainformasi.tv -Pengaruh negatif dari masuknya budaya asing di Indonesia menyebabkan bergesernya kultur dan nilai budaya lokal yang sosial religius yang ada di Indonesia menjadi individualitis, termasuk adat budaya  asli daerah Lampung.

" Oleh sebab itu kita sebagai elemen masyarakat Adat Lampung hendaknya berusaha sekuat tenaga untuk melestarikan dan memperjuangkan serta menjunjung tinggi nilai budaya yang luhur, dengan berusaha untuk mempraktekkan nilai-nilai budaya dari adat Lampung tersebut." Ucap Bun Yana Kesumayudha selaku kepala Pekon Sukanegeri.

Hal ini ini disampaikan oleh Bun Yana Kesumayudha kepala Pekon Sukanegeri kepada Buanainformasi tv di sela-sela acara pernikahan Heriliyan Syah bin Ridwan dan Riza Umami binti Sukiran di Pekon Sukanegeri Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu .Selasa ( 23/11/ 2021).

Ia juga menambahkan, dengan masuknya pengaruh  budaya asing menyebabkan akan memudarnya kebudayaan lokal, yang berdampak pada degradasi moral anak-anak muda hingga hilangnya sifat gotong royong dan merasa tidak peduli terhadap sesama yang selama ini telah terbangun dengan baik.  Salah satunya pengaruh negatif itu berasal dari gadget.

Bun Yana yang juga selaku tokoh Adat Lampung Pesisir di kesebatian Sukanegeri, juga berterima kasih kepada Bapak Ridwan yang telah menikahkan putranya dengan acara adat Lampung, yang berarti telah ikut melestarikan budaya Lampung.


Bun Yana Kesumayudha kepala Pekon Sukanegeri.

Ia juga mendoakan, pasangan yang sedang berbahagia hari  ini, semoga dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

Acara unduh mantu dibuka dengan arak-arakan pengantin  yang di iringi oleh  grup dari sanggar tari Sai Hati di bawah pimpinan Helwin yang telah berdiri selama satu Dekade ini.

Helwin kepada Buana informasi tv, ia sangatlah mengapresiasi kepada para pemuda  yang turut serta berpartisipasi dengan antusias, serta bertekad ingin melestarikan budaya dan adat istiadat  Lampung.

 " Kalau bukan kami para pemuda yang mau melestarikan budaya dan adat istiadat dari budaya Lampung ini, lalu siapa lagi ", pungkas Helwin.(budi/red)