Bandar Lampung, buanainformasi.tv — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit rujukan, serta komunitas guna memastikan anak-anak yang terdeteksi penyakit jantung bawaan (PJB) dapat segera memperoleh tindak lanjut dan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Ketua YJI Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza dalam kegiatan Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week atau Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan 2026 yang digelar di Klinik Pahlawan Medical Center (PMC), Bandar Lampung.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 27 kota di Indonesia dan diisi dengan pemeriksaan ekokardiografi (USG jantung) gratis bagi anak usia 0–18 tahun sebagai upaya deteksi dini penyakit jantung bawaan, sekaligus edukasi kesehatan bagi orang tua dan masyarakat.
Menurut Purnama Wulan Sari Mirza, penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan serius karena sering tidak terdeteksi sejak dini. Hal ini disebabkan keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai gejala yang muncul pada anak.
Ia menjelaskan bahwa kelainan jantung bawaan sebenarnya dapat dideteksi sejak bayi baru lahir. Namun keterlambatan diagnosis membuat proses penanganan menjadi lebih sulit dan berisiko bagi kesehatan anak.
Melalui kegiatan screening ini, YJI bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Lampung berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit jantung pada anak. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis jantung subspesialis anak menggunakan teknologi ekokardiografi.
Selain aspek medis, YJI juga menyoroti pentingnya dukungan psikososial bagi anak penyandang penyakit jantung bawaan. Dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan sangat berperan dalam menjaga kepercayaan diri dan tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Ketua PERKI Cabang Lampung dr. Terrance Ransun, Sp.JP(K) menjelaskan bahwa secara global diperkirakan 9–10 bayi dari setiap 1.000 kelahiran mengalami penyakit jantung bawaan, atau sekitar 1,3–1,4 juta bayi setiap tahun di dunia.
Dalam kegiatan screening tersebut tercatat sekitar 70 peserta menjalani pemeriksaan di Klinik PMC dengan rentang usia 3 bulan hingga 17 tahun. Selain itu, sekitar 50 pasien juga dijadwalkan mengikuti pemeriksaan serupa di RSUD Abdul Moeloek.
Melalui kegiatan ini, YJI bersama PERKI Lampung dan mitra kesehatan lainnya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya deteksi dini penyakit jantung bawaan serta memperkuat sistem rujukan pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung.