Bandar Lampung – Provinsi Lampung mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) terendah di Indonesia, yakni sebesar 0,53 persen pada April 2026. Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di tengah dinamika ekonomi nasional.

Pencapaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti secara daring oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Liza Derni, dari Ruang Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, meminta seluruh kepala daerah dan TPID untuk lebih aktif melakukan pemantauan harga komoditas di lapangan. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya mengikuti rapat koordinasi, tetapi juga turun langsung ke pasar guna memastikan stabilitas harga serta mengambil langkah cepat apabila terjadi kenaikan pada komoditas strategis.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, sejumlah komoditas pangan masih mengalami kenaikan harga di berbagai daerah, antara lain minyak goreng, bawang merah, gula pasir, cabai merah, dan beras. Pemerintah pusat mengingatkan bahwa kenaikan harga, meskipun relatif kecil, tetap perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat apabila berlangsung secara terus-menerus.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara nasional inflasi pada April 2026 tercatat 0,13 persen secara bulanan (month-to-month) dan 2,42 persen secara tahunan (year-on-year). Di antara seluruh provinsi, Lampung menjadi daerah dengan inflasi tahunan terendah, yang mencerminkan efektivitas pengendalian harga di tingkat daerah.

Keberhasilan tersebut dinilai sebagai hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, TPID, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Di tingkat nasional, beberapa komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras juga tercatat memberikan andil terhadap deflasi sehingga membantu menahan laju inflasi.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dalam pengendalian inflasi melalui pemantauan harga secara berkala, pengawasan distribusi bahan pangan, serta berbagai langkah strategis lainnya. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.