Bandar Lampung, buanainformasi.tv — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat langkah strategis dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui penjajakan kolaborasi dengan PT Sang Hyang Seri. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan sektor perbenihan padi, jagung, dan kedelai guna mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, ditegaskan bahwa ketersediaan benih berkualitas merupakan kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Lampung.
Gubernur menekankan bahwa Lampung harus bertransformasi dari sekadar produsen komoditas pertanian menjadi pusat industri perbenihan nasional. Menurutnya, salah satu tantangan utama petani selama ini adalah akses terhadap benih unggul. Dengan investasi pabrik benih di Lampung, selain menjaga stok pangan nasional, juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani lokal.
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho menjelaskan bahwa perusahaannya kini melakukan transformasi bisnis dengan fokus pada sektor perbenihan. Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, petani penangkar di Lampung akan mendapatkan sejumlah keuntungan, antara lain:
Jaminan pembelian hasil panen (offtake) dengan pembayaran maksimal satu hari setelah transaksi.
Harga kompetitif, dengan tambahan sekitar Rp300–Rp500 per kilogram di atas harga pasar.
Pemanfaatan fasilitas riset dan mesin perbenihan milik perusahaan di Nambahrejo, Lampung Tengah, yang dapat dikelola bersama BUMD.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan memaparkan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting bagi perekonomian daerah. Sekitar 28 persen struktur ekonomi Lampung berasal dari sektor pertanian.
Pada tahun 2025, Lampung juga mencatat surplus produksi padi sekitar 3,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Untuk komoditas jagung, Lampung berada di lima besar nasional dengan kontribusi sekitar 8 persen produksi jagung nasional.
Pemerintah Provinsi Lampung juga merencanakan pengembangan titik-titik penangkaran benih di wilayah potensial seperti Trimurjo, Pringsewu, dan Tanggamus sebagai bagian dari penguatan ekosistem perbenihan daerah.